Hadapi Perlambatan Ekonomi Global, Presiden Jokowi Tekankan Fokus Pembentukan Pasar Kerja

Hadapi Perlambatan Ekonomi Global, Presiden Jokowi Tekankan Fokus Pembentukan Pasar Kerja

Image

Klikwarta.com
Kamis, 19/09/2024 – 20:35

Body

Klikwarta.com, Solo – Sejumlah negara maju maupun berkembang hampir di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia, tengah dihadapkan pada tekanan gejolak ekonomi global. Untuk menyikapi situasi tersebut, Indonesia saat ini dan ke depan harus fokus mengelola ekonomi dengan pembentukan pasar kerja.

Pernyataan itu dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka acara Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ke-22 dan Seminar Nasional 2024, di Hotel Alila, Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (19/9/2024).

“Kita harus fokus mengelola ekonomi untuk sekarang dan ke depan ke arah pasar kerja. Karena ke depan terlalu sedikit peluang kerja untuk sangat banyaknya tenaga kerja yang membutuhkan. Jangan terlalu larut dengan situasi global meskipun kita juga mengikuti perkembangannya. Kita juga jangan terlalu terbawa oleh skenario ekonomi global meskipun kita juga harus melihat angka-angka dan mengkalkulasi dengan perhitungan yang cermat,” ungkapnya.

Jokowi juga mengingatkan akan bonus demografi yang bakal didapat Indonesia pada tahun 2030 mendatang yang membutuhkan kesempatan pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya. 

“Tahun 2030 kita akan mendapatkan bonus demografi yang membutuhkan pembukaan kesempatan kerja yang seluas-luasnya. Bonus demografi bisa menjadi sebuah kekuatan, tetapi juga bisa menjadi beban. Inilah tantangan paling besar yang akan melompatkan Indonesia menjadi negara maju atau tidak,” ucapnya.

Untuk membuka lapangan kerja Indonesia juga menghadapi beberapa tantangan yang sangat berat. Jokowi menyebut, tantangan pertama yaitu perlambatan ekonomi global, sebagaimana bank dunia mencatatkan bahwa pertumbuhan ekonomi global pada 2023 hanya berada di 2,7 persen, dan diprediksi turun menjadi 2,6 persen pada 2024.

“Tantangan ke dua adalah peningkatan otomasi di berbagai sektor kerja. Yang awalnya hanya otomasi mekanik, sekarang muncul otomasi artificial intelligence atau AI,  dan otomasi analitik. Setiap hari muncul hal-hal baru. Kalau kita baca, pada 2025, ada 85 pekerjaan yang hilang. Itu bukan jumlah yang sedikit. Karenanya kita dituntut untuk membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya,” ujarnya.

Jokowi juga menyebut gig economy yakni ekonomi serabutan atau ekonomi paruh waktu sebagai tantangan ke tiga, yang apabila tidak dikelola dengan baik maka akan menjadi tren.

“Dampaknya, perusahaan akan lebih memilih pekerja independen dan freelancer. Perusahaan lebih memilih kontrak kerja jangka pendek untuk mengurangi resiko. Maka kita perlu memiliki strategi yang tektis menyikapi itu semua, bukan rencana makro yang sulit untuk diimplementasikan dalam situasi yang sangat sulit,” kata dia.

Menurut Jokowi, hilirisasi padat karya menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah. Dia mencontohkan, Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang ke dua di dunia memiliki potensi rumput laut yang apabila dikelola dengan manajemen yang lebih baik akan menghasilkan berbagai produk turunan bernilai ekonomis.

“Dari rumput laut, nantinya bisa menghasilkan produk turunan seperti pupuk organik, agar-agar, kosmetik, tepung, dan bahkan juga untuk minyak pesawat terbang,” tandas Jokowi.

Pewarta : Kacuk Legowo
https://ouo.io/l5ouCt

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started