Benjamin Kristianto Dipercaya Ketum ISNU Sebagai Cendikiawan Majukan Indonesia
Image
Klikwarta.com
Minggu, 19/11/2023 – 23:06
Body
Klikwarta.com, Jatim – Ketua Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) Jatim, dr Benjamin Kristianto MARS mendapat kepercayaan dari ketua umum pengurus Pusat (PP) Ikatan Sarjana NU ( ISNU), Prof. Dr. Ali Masykur Musa sebagai salah satu cendikiawan yang bisa kerjasama untuk memajukan masyarakat Indonesia. Hal itu dikatakan saat Menghadiri Mukernas III PP ISNU, di Ponpes Al Hikam Malang, Sabtu 18 November 2023.
“Ini menjadi kebanggaan, beliau juga menganggap saya salah satu cendekiawan yang bisa kerjasama demi memajukan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Benjamin mengaku dirinya diundang acara pengukuhan Prof Ali Masykur Musa sebagai guru besar Kehormatan Bidang Politik Pendidikan Islam dari Universitas Islam Malang (UNISMA).Dimana dalam acara itu seluruh cendikiawan dikumpulkan.
Benjamin menjelaskan Ali Masykur Musa mendapat gelar profesor karena beliau menanamkan prinsip multikultural, multi religius di Indonesia. Dimana semua pihak harus bisa berkerja sama demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Terutama Sidoarjo.
“Saya pikir itu harus diterapkan seperti arahan beliau. Ini juga kebanggaan buat saya dan warga NU. Artinya NU itu sebuah organisasi yang benar-benar bisa mengayomi semua pihak, NU itu berfikir luas sekali, sangat bijaksana, berfikir menjadi pemersatu,” katanya.
Politisi asal Parta Gerindra itu menyebut, selain mengayomi, NU juga sebuah organisasi pempersatu seluruh kultur, budaya, maupun agama.
“Saya salut dengan pengukuhan Ali Masykur Musa. Mudah-mudahan yang diharapkan beliau menjadi kenyataan. Terima kasih mengundang saya dan mempercayai saya sebagai bagian cendekiawan NU,” tegasnya.
Pria yang juga anggota DPRD Jatim itu mengajak masyarakat agar meniru sosok Prof. Ali Masykur Musa. Mengingat beliau pernah menjabat beberapa jabatan strategis, seperti halnya Anggota BPK, dan Anggota DPR RI. Tak hanya itu saja, Ali Masykur Musa juga rendah hati.
“Jadi cendikiawan tidak terplot dan kotak-kotak. Tapi bersatulah dengan keilmuan dan keahlian masing-masing untuk mengisi, dan menjadi negara yang besar, tirulah mereka bahwa cendikiawan NU bisa mengayomi cendikiawan lain” pungkasnya.
Dalam sambutannya, Promo Dr. Ali Masykur Musa menjelaskan, untuk membangun Indonesia, dibutuhkan gagasan multikulturalisme karena menjadi isu strategis yang merupakan tuntutan. Mengingat Indonesia merupakan bangsa yang lahir dengan multikultur, dimana kebudayaan tidak bisa dilihat hanya sebagai kekayaan tetapi harus ditempatkan berkenaan dengan kelangsungan hidup sebagai bangsa.
Maka keragaman dan keberbedaan bukanlah ancaman atau masalah, melainkan menjadi sumber atau daya dorong positif bagi perkembangan dan kebaikan bersama sebagai bangsa.
“Dalam konteks Indonesia, pendidikan multikultural merupakan keharusan, bukan pilihan lagi,” pungkasnya.
Pewarta: Supra
https://ouo.io/FSy5lL

Leave a comment